Perkembangan Anak Usia Pra-Sekolah

 

BANTUAN UNTUK REALISASI DIRI PADA  MASA ANAK-ANAK

  • Penerimaan diri, berasal konsep diri yang baik. Memberi anak-anak rasa yakin bahwa mereka dapat mengatasi setiap masalah yang timbul
  • Lingkungan yang mendukung perkembangan individu dalam usaha menyesuaikan semua anak ke suatu pola tertentu
  • Lingkungan yang mendukung anak untuk menghadapi masalah yang terlalu sulit untuk dihadapinya sendiri
  • Meletakkan tujuan yang realistis untuk menghindari kegagalan yang bisa merusak konsep diri seorang anak
  • Pengertian diri yang mencakup pengetahuan dan penerimaan akan kelemahan dan kekuatannya
  • Belajar untuk berhubungan dengan orang lain, menjadi berorientasi pada orang lain dan tidak berorientasi pada diri sendiri

 

KONDISI YANG MEMPENGARUHI DASAR AWAL

  • Hubungan antar pribadi

Hubungan dengan masyarakat yang menyenangkan, terutama dengan anggota keluarga akan mendorong anak mengembangkan kecenderungan sifat terbuka dan menjadi lebih berorientasi kepada orang lain (karakteristik yang mengarah kepada penyesuaian pribadi dan sosial yang baik)

  • Keadaan emosi

Ketiadaan hubungan emosional akibat penolakan anggota keluarga atau perpisahan dengan orangtua seringkali menimbulkan gangguan kepribadian. Sebaliknya pemuasan emosional  mendorong perkembangan kepribadian

  • Metode dalam melatih anak

Anak-anak yang dibesarkan orangtua permisif, ketika dewasa cenderung kehilangan rasa tanggung jawab, mempunyai kendali emosional yang buruk, sering berprestasi rendah dalam melakukan sesuatu. Mereka yang dibebaskan oleh orangtua yang demokratik atau sedikit otoriter maka penyesuaian pribadi dan sosialnya lebih baik

  • Peran dini

Anak pertama yang seringkali diharapkan bertanggungjawab di rumah dan menjaga anak yang lebih kecil dapat memiliki rasa percaya diri yang lebih besar daripada saudaranya yang lahir sesudahnya. Tetapi mungkin juga memiliki kecenderungan untuk mengembangkan kebiasaan memerintah sepanjang hidupnya

  • Struktur keluarga di masa kanak-kanak

Seorang anak yang berasal dari sebuah keluarga yang besar, sikap dan perilakunya cenderung otoriter, sedangkan yang berasal dari keluarga yang bercerai atau berpisah menjadi anak yang cemas, tidak mudah percaya, atau sedikit kaku

  • Rangsangan lingkungan

Lingkungan yang merangsang merupakan salah satu pendorong perkembangan kemampuan anak yang diturunkan. Bercakap-cakap dengan bayi atau menunjukkan gambar cerita pada anak prasekolah mendorong minat dalam belajar  berbicara dan keinginan untuk membaca. Lingkungan yang merangsang mendorong perkembangan fisik dan mental yang baik. Sedangkan lingkungan yang tidak merangsang menyebabkan perkembangan anak di bawah kemampuannya

 

PERKEMBANGAN FISIK PADA AWAL MASA KANAK-KANAK

Tinggi :

Pertambahan tinggi badan tiap tahun rata-rata 3 inci. Pada usia 6 tahun tinggi anak rata-rata 46,6 inci

Berat :

Pertambahan berat badan setiap tahun rata-rata 3-5 pon. Pada usia 6 tahun berat anak harus kurang lebih 7 kali berat pada waktu lahir. Anak perempuan rata-rata beratnya 48,5 pon anak laki-laki 49 pon

Perbandingan tubuh :

Perbandingan tubuh sangat berubah dan babyface sudah tidak nampak lagi.wajah tetap kecil tetapi dagu nampak lebih jelas dan leher lebih memanjang. Lengan dan kaki lebih panjang dan lebih lurus, tangan dan kaki tumbuh lebih besar

Postur tubuh :

Postur tubuh pertama kali mulai nampak, ada gemuk lembek (Endomorfik)ada yang kuat berotot (mesomorfik) ada yang relatif kurus (ektomorfik)

Tulang dan otot :

Tingkat pengerasan otot bervariasi pada bagian-bagian tubuh mengikuti hukum perkembangan arah. Otot menjadi lebih besar, lebih kuat dan lebih berat sehingga anak tampak lebih kurus meskipun beratnya bertambah

Lemak :

Anak-anak yang bertubuh endomorfik lebih banyak jaringan lemaknya daripada jaringan otot, yang mesomorfik mempunyai jaringan otot lebih banyak daripada jaringan lemak, dan yang ektomorfik mempunyai otot-otot yang lebih kecil dan sedikit jaringan lemak

 

KEBIASAAN FISIOLOGIS

Pada masa kanak-kanak, kebiasaan fisiologis yang dasarnya sudah diletakkan pada masa bayi menjadi semkain baik. Tidak perlu lagi disediakan makanan khusus dan anak belajar makan pada waktu-waktu tertentu.

Namun nafsu makan pada anak tidak sebesar ketika masih bayi, hal ini disebabkan karena tingkat pertumbuhan sudah mulai berkurang dan sebagian juga disebabkan karena anak sudah mulai mengembangkan jenis makanan yang disuka dan yang tidak disuka.

Anak usia 3 tahun tidur sekitar 12 jam sehari, pada tahun-tahun berikutnya jumlah tidur sehari-hari rata-rata berkurang sekitar setengah jam dari tahun sebelumnya.

Pada usia 3 atau 4 tahun, anak harus bisa mengendalikan kandung kemih pada malam hari. Ketika anak siap masuk sekolah pengendalian kandung kemih harus sudah sempurna, sehingga sekalipun merasa lelah dan mengalami ketegangan emosi anak-anak tetap tidak mengompol

 

Masa kanak-kanak adalah saat ideal untuk belajar keterampilan motorik

  1. Tubuh anak lebih lentur rairpada tubuh remaja atau dewasa
  2. Anak belum memiliki keterampilan yang akan berbenturan dengan keterampilan yang baru dipelajarinya, sehingga lebih mudah mempelajarinya
  3. Secara keseleuruhan anak lebih berani mencoba hal yang baru dairpada orang dewasa
  4. Anak bersedia, bahkan merasa senang mengulang-ulang suatu tindakan yang sama daripada remaja dan dewasa. Sehingga pola otot terlatih untuk melakukannya secara efektif
  5. Anak memiliki tanggung jawab dan kewajiban yang lebih kecil daripada yang akan mereka miliki ketika menginjak masa remaja atau dewasa, sehingga lebih memiliki banyak waktu untuk menguasai keterampilan.

 

KETERAMPILAN PADA MASA KANAK-KANAK

Keterampilan tangan :

Kemajuan terbesar dalam keterampilan berpakaian umumnya antara usia 1,5 hingga 3,5 tahun. Menyisir rambut dan mandi merupakan keterampilan yang mudah pada periode ini. Pada saat mereka mencapai usia taman kanak-kanak , seharusnya sudah bisa mandi dan berpakaian sendiri, mengikat tali sepatu dan menyisir rambut dengan sedikit bantuan atau tanpa bantuan sama sekali.

 

Antara usia 5 atau 6 tahun sebagian anak-anak sudah pandai melempar dan menangkap bola. Mereka dapat menggunakan gunting, dapat membentuk tanah liat, membuat kue-kue dan menjahit. Dengan krayon, pensil dan cat anak dapat mewarnai gambar, menggambar atau mengecat gambarnya sendiri.

 

Keterampilan kaki :

Ketika anak sudah mulai bisa berjalan, ia mulai mengalihkan perhatian pada gerakan-gerakan yang menggunakan kaki.  Pada usia 5 atau 6 tahun ia belajar melompat dan berlari cepat. Mereka juga sudah dapat memanjat. Antara usia 3- 4 tahun menaiki sepeda roda tiga dan berenang bisa dipelajari. Ketermapilan kaki lainnya adalah lompat tali, keseimbangan tubuh dalam berjalan di atas dinding atau pagar, sepatu roda, bermain sepatu es, dan menari.

 

Pilihan Penggunaan Tangan

Anak-anak mulai meninggalkan kecenderungan menggantikan penggunaan tangan yang satu dengan tangan yang lain dan mulai memusatkan pada keterampilan satu tangan tertantu dan tangan yang lain hanya sebagai tangan pembantu.

 

PENINGKATAN DALAM BERBICARA DAN PENGERTIAN

Pada periode ini anak sudah mulai sempurna dalam mengucapkan bunyi-bunyi yang sebelumnya sulit, seperti r, s, z,g dan kombinasi huruf mati seperti st, str, dr, fl, dan lainnya. Anak pada usia di atas 3 tahun sudah mulai membentuk kalimat yang terdiri dari enam sampai delapan kata. Mereka juga sudah mulai mampu mengerti dan memahami apa yang dikatakan orang lain

 

Isi pembicaraan

Pada mulanya pembicaraan bersifat egosentris, menjelang akhir dari masa awal anak-anak pembicaraan mulai bersifat sosial, bicara tentang orang lain di samping dirinya sendiri. Namun banyak dari pembicaraannya tidak bersifat sosial karena isinya lebih banyak mengarah pada kritik tentang orang lain dalam bentuk pengaduan dan keluhan. Kebanyakan anak pada periode ini juga member komentar buruk tentang orang lain, komentar merendahkan orang lain tentang perilaku dan miliknya. Pada usia ini juga anak-anak jarang membual tentang miliknya.

 

Dengan bertambah besarnya kelompok bermain, pembicaraan anak-anak lebih bersifat sosial dan tidak egosentris dan tidak lagi terlalu kritis. Akan tetapi masalah yang paling sering dibicarakan tetap dirinya dan aktivitasnya. Isi pembicaraan juga terkait suka atau tidak suka pada seseorang, pakaian, tempat tinggal, dan yang menyangkut hal-hal rutin setiap harinya.

Anak lebih sering menyusun kalimat dalam bentuk pertanyaan daripada membuat pernyataan tentang fakta, Meyer dan Shane (99) menyimpulkan :

“perilaku bertanya biasanya mengikuti model perkembangan kognitif dari Piaget. Hal ini mencerminkan logika dari proses berpikir anak. Dalam tahap praoperasional, pertanyaan anak tentang kausalitas (hubungan sebab akibat) fisik mencerminkan struktur kognitif yang tidak terdiferensiasi dimana perhatian anak pada motivasi dan tujuan tidak terpisah dari penjelasan kausal. Pada saat anak beralih pada tahap pelaksanaan konkrit , perilaku bertanya mencerminkan tingkat diferensiasi yang lebih tinggi. Pertanyaan sudah memisahkan antara kausalitas fisik dan kausalitas psikologis. Perilaku bertanya anak pada tahap ini mulanya berhubungan dengan kausalitas fisik kemudian beralih pada berbagai jenis kategori”.

 

Frekuensi bicara

Pada usia ini anak hamper tak pernah putus berbicara, factor-faktor yang mempengaruhi adalah :

Intelegensi; semakin cerdas, semakin cepat keterampilan berbicara dikuasai sehingga semakin cepat dapat berbicara

Jenis disiplin; anak yang dibesarkan dengan disiplin yang cenderung lemah lebih banyak berbicara daripada anak yang dibesarkan oleh orangtua yang bersikap keras.

Posisi urutan; anak sulung didorong lebih banyak bicara daripada adiknya, dan orangtua lebih banyak waktu untuk berbicara dengan adiknya

Jumlah keluarga; anak tunggal terdorong untuk lebih banyak berbicara daripada anak dari keluarga besar, karena orangtuanya lebih banyak waktu untuk mendengarkan dia. Dalam keluarga besar disiplin yang ditegakkan lebih otoriter dan ini menghambat anak untuk berbicara sesukanya

Status sosial ekonomi; dalam keluarga  kelas rendah kegiatan keluarga cenderung kurang terorganisir. Pembicaraan antar anggota keluarga juga jarang dan anak kurang didorong untuk berbicara

Status ras; mutu dan keterampilan berbicara yang kurang baik pada kebanyakan anak berkulit hitam sebagian dapat disebabkan karena mereka dibesarkan dalam rumah-rumah di mana ayah tidak ada, atau kehidupan keluarga yang tidak teratur, banyaknya anak, atau karena ibu harus bekerja di luar rumah

Berbahasa dua; anak dari keluarga berbahasa dua boleh berbicara sebanyak anak dari keluarga berbahasa satu dalam keluarganya, akan tetapi pembicaraannya sangat terbatas kalau ia berada dengan kelompok sebayanya atau dengan orang dewasa di luar rumah

 

 

EMOSI

Pada masa kanak-kanak emosi sangat kuat, mudah meledak-ledak emosinya sehingga sulit dibimbing dan diarahkan. Hal ini tampak mencolok pada usia 2,5 – 3,5 dan usia 5,5 – 6,5 tahun. Meskipun secara umum berlaku pada periode kanak-kanak. Emosi yang tinggi ditandai dengan ledakan amarah yang kuat, ketakutan yang berlebihan, dan iri hati yang tidak masuk akal. Sebagian emosi yang kuat ini adalah akibat lamanya bermain, tiak mau tidur siang, dan makan terlalu sedikit.

 

Emosi yang tinggi kebanyakan disebabkan factor psikologis daripada fisiologis. Missal, orangtua hanya memperbolehkan anak melakukan beberapa hal, padahal anak merasa mampu melakukan lebih banyak lagi dan ia cenderung menolak larangan orangtua. Di samping itu anak juga bisa menjadi merah ketika ia tidak bisa melakukan sesuatu yang dianggap mudah untuk dilakukan. Lebih penting lagi, anak-anak yang diharapkan orangtua mencapai standar yang tidak masuk akal akan lebih mengalami ketegangan emosional daripada anak-anak yang orangtuanya lebih realistis dalam menumpukan harapannya.

 

Emosi yang umum terjadi pada masa awal kanak-kanak

Amarah; umumnya disebabkan pertengkaran mengenai permainan, tidak tercapainya keinginan, dan serangan dari anak lain.

Takut; Pembiasaan, peniruan, dan ingatan tentang pengalaman yang kurang menyenangkan berperan penting dalam menimbulkan rasa takut, seperti cerita, gambar, acara radio/televise, film. Pada mulanya reaksi takut adalah dengan panik, kemudian menjadi khusus seperti lari, menghindar, dan bersembunyi, menangis.

Cemburu; anak jadi cemburu bila ia mengira bahw aperhatian dan minat orangtua beralih pada orang lain dalam keluarganya, biasanya adik yang baru lahir. Sebagian anak yang hamper berakhir masa kanak-kanaknya ada yang menunjukkan kecemburuannya dengan lebih terbuka dengan berperilaku seperti anak kecil seperti mengompol, pura-pura sakit, atau menjadi nakal.

Ingin tahu; anak memiliki rasa ingin tahu terhadap hal-hal yang baru dilihatnya, juga mengenai tubuhnya sendiri dan tubuh orang lain.

Iri hati; anak sering iri hati mengenai kemampuan dan barang milik orang lain, rasa iri hati ini diungkapkan dalam bermacam cara, yang paling umum adalah mengeluh dengan bertanya tentang barangnya sendiri, atau menyampaikan keinginan untuk memiliki barang seperti yang dimiliki anak lain, atau dengan mengambil barang yang menimbulkan iri hati tersebut.

Gembira; anak-anak bisa merasa gembira karena sehat, situasi yang tidak biasanya, bunyi yang tiba-tiba atau yang tidak diharapkan, bencana ringan, membohongi orang lain, dan berhasil melakukan sesuatu yang dianggap sulit.

Sedih; anak merasa sedih karena merasa kehilangan sesuatu yang dicintai atau dianggap penting olehnya. Secara umum anak mengungkapkan kesedihannya dengan menangis atau kehilangan minat terhadap kegiatan normalnya, termasuk makan.

Kasih sayang; anak mulai belajar mencintai orang, binatang, atau bendayang menyenangkannya. Ia mengungkapkan kasih sayangnya secara fisik dengan memeluk, menepuk, dan mencium.

 

 

 

POLA PERILAKU SOSIAL POSITIF DAN NEGATIF

POSITIF

ü  Meniru

ü  Persaingan

ü  Kerja sama

ü  Simpati

ü  Empati

ü  Dukungan sosial

ü  Berbagi

ü  Perilaku akrab

 

NEGATIF

ü  Agresif, serangan fisik lambat laun menjadi verbal dengan memaki atau menyalahkan orang lain

ü  Negativisme (melawan orang dewasa), perlawanan fisik yang lambat laun menjadi verbal dan berpura-pura tidak mendengar atau tidak mengerti permintaan orang dewasa

ü  Perilaku berkuasa

ü  Mementinkan/memikirkan diri sendiri

ü  Merusak

ü  Pertentangan seks, sampai umur 4 tahun anak laki-laki masih terbiasa bermain dengan lawan jenisnya. Setelah itu ada tekanan sosial yang tidak menghendaki aktivitas bermain yang dianggap “banci”. Sehingga banyak anak laki-laki yang agresif dengan melawan anak perempuan pada periode ini.

ü  Prasangka, sebagian besar anak pra sekolah lebih suka bermain dengan anak-anak yang satu ras, atau serumpun, atau yang telah lama saling mengenal dan menolak bermain dengan anak asing.

 

POLA BERMAIN

Bermain dengan mainan, minat bermain dengan mainan sudah mulai berkurang karena tidak lagi dapat membayangkan bahwa mainannya mempunyai sifat-sifat hidup seperti yang dikhayalkan sebelumnya, lagipula pada usia pra sekolah anak sudah mulai tertarik dengan permainan kelompok dan kurang tertarik dengan bermain sendiri

Dramatisasi, anak usia 3 tahun  mulai bermain dengan meniru pengalaman-pengalaman hidup, dan melakukan permainan kelompok dengan ada yang berperan sebagai ayah, ibu, polisi, penjual, dan sebagainya

Konstruksi, membuat bentuk-bentuk yang ada dalam imajinasi mereka dengan balok, pasir, tanah liat, gunting kertas, dan lain-lain

Membaca, anak lebih suka bermain dengan buku-buku bergambar atau cerita yang dibacakan.

Film, Radio, dan TV, anak-anak senang dengan film kartun, film tentang binatang, keluarga. Anak juga suka mendengarkan radio tetapi lebih senang melihat televise karena efek audio visualnya.

 

 

DISIPLIN

Jenis disiplin yang digunakan pada masa kanak-kanak :

Disiplin otoriter; merupakan bentuk disiplin tradisional. Orangtua dan pengasuh yang lain menetapkan peraturan-peraturan dan memberitahukan anak peraturan-peraturan tersebut. Tidak ada usaha penjelasan, kalau anak melanggar akan dihukum dan seringkali terkesan kejam dank eras karena dianggap untuk mencegah pelanggaran selanjutnya. Mereka tidak pernah bertanya mengapa anak melakukan pelanggaran itu, dan tidak juga memberikan award ketika anak mematuhi peraturan.

 

Disiplin lemah; berkembang sebagai proses terhadap disiplin otoriter. Filsafat yang mendasari adalah bahwa melalui akibat perbuatannya sendiri anak akan belajar bagaimana berperilaku secara sosial. Dengan demikian anak tidak perlu diberi peraturan, dan tidak dihukum karena melakukan sebuah kesalahan, dan tidak ada hadiah karena melakukan kebaikan.

 

Disiplin demokratis; prinsip ini menekankan hak anak untuk mengetahui mengapa sebuah peraturan ditetapkan dan member kesempatan pada anak untuk mengemukakan pendapatnya bila ia merasa ada yang tidak adil. Dalam disiplin ini hukuman diberikan disesuaikan dengan tingkat kesalahan tapi diusahakan bukan berupa hukuman badan. Dan diberikan penghargaan jika anak melakukan usaha-usaha yang sesuai dengan harapan.

 

Pengaruh disiplin pada anak

  • Pengaruh pada perilaku :

Anak yang orangtuanya lemah akan mementingkan diri sendiri, tidak menghiraukan hak orang lain, agresif dan tidak sosial. Anak yang mengalami disiplin keras, otoriter, akan sangat patuh bila dihadapan orang dewasa namun agresif dalam hubungannya dengan teman sebayanya. Anak yang dibesarkan dalam disiplin demokratis belajar mengendalikan perilaku yang salah dan mempertimbangkan hak-hak orang lain

  • Pengaruh pada sikap :

Anak yang orangtuanya melakukan disiplin otoriter maupun yang disiplin lemah, cenderung membenci orang-orang yang berkuasa. Anak yang mengalami disiplin otoriter merasa diperlakukan tidak adil, anak yang mengalami disiplin lemah merasa bahwa orangtuanya seharusnya memperingatkan bahwa tidak semua orang dewasa bisa menerima perilaku yang tidak disiplin. Anak yang mengalami disiplin demokratis akan memiliki rasa marah pada penguasa tapi tidak sampai pada kebencian

 

  • Pengaruh pada kepribadian:

Semakin banyak hukuman fisik diberikan, anak semakin menjadi cemberut. Ini mengakibatkan penyesuaian pribadi dan sosial yang buruk yang juga merupakan cirri khas anak yang dibesarkan dengan disiplin lemah. Anak dengan disiplin demokratis akan mempunyai penyesuaian pribadi dan sosial yang baik.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: